Sekilas Soal Mahluk Ghaib dalam Kehidupan

kuburanKeterlibatan mahluk ghaib dalam kehidupan manusia bukanlah sebuah masalah. Bahkan itu merupakan ‘Sunnatullah’. Yang tidak boleh bagi seorang muslim adalah ketika meminta pertolongan kepada bangsa ghaib untuk urusan kita di dunia ini. Ini perlu diperhatikan mengingat banyak kalangan dengan mudahnya beranggapan seolah-olah segala hal yang di dalamnya ada keterlibatan bangsa ghaib adalah tidak boleh, bahkan masuk kepada perbuatan musyrik.

Saudaraku, segala hal di dunia ini selalu melibatkan entitas ghaib. Dalam banyak dalil kita memperoleh informasi bahwa ada malaikat-malaikat yang selalu menyertai kita hingga adanya Jin qorin yang menurut riwayat bahkan ada semenjak kita lahir ke dunia ini.
Artinya, interaksi dengan dunia ghaib mau atau tidak mau pasti terjadi pada diri kita. Hanya saja interaksi ini bisa disadari dan bisa pula tidak disadari. Ini adalah ‘hukum alam’ yang merupakan sunatullah dan terus terjadi pada diri manusia hingga akhir hayatnya.

Kita tentu sering mendengar bagaimana malaikat hafadzah menjaga manusia, malaikat roqib dan Atid mencatat amal hingga malaikat rahmat yang membantu manusia untuk perkara-perkara yang baik. Bukan hanya itu banyak keterlibatan mahluk ghaib lain dalam kehidupan manusia. Bahkan keberadaan syaithan dan jin juga tak terlepas dengan tingkah hidup kita di alam ini.

Yang menjadi permasalahan secara aqidah maupun syari’ah sebenarnya adalah pada bagaimana kita manusia memperlakukan dan bersikap terhadap bangsa halus tersebut. Jika sebatas mengimani keberadaannya dan tidak melakukan aktifitas yang berlebihan dan mengangungkan mereka, maka itu tidak apa-apa. Adapun ketika manusia berupaya untuk berinteraksi secara fisik, lalu meminta pertolongan kepada mereka, maka itu yang dilarang oleh agama.

Ohya, saya baru ingat bahwa teman saya di FB ini terdiri dari aneka kelompok, profesi, pemahaman dan agama. Oleh karena itu boleh jadi ada yang tak sefaham karena memang berbeda ‘kitab suci’, termasuk berbeda ‘pengalaman’ hidup.

Apa yang saya ‘ceritakan’ di atas adalah berdasar pemahaman saya terhadap ajaran agama saya dan pengalaman hidup saya selama ini. Tentu banyak hal yang masih belumk saya ketahui. Apalagi ini menyangkut hal ghaib, dimana manusia tidak diberi penngetahun oleh Allah melainkan hanya sedikit. Bisa dibilang bahwa pengetahuan manusia terutama saya dalam hal-hal ghaib lebih banyak bersifat persangkaan.

Wallahu a’lam

15/12/2013
Abdillah Syafei

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s