Orang Borneo Mari Bersatu..!

dayakSebagai Putera Asli Borneo (Kalimantan) saya sebenarnya bangga dan bahagia ketika dimasukkan oleh seorang kawan di Grup FB yang berbau kedaerahan. Tujuan aslinya ingin menyambung tali persaudaraan antara beragam etnis yang ada di Borneo ini. Selain itu untuk mencari solusi guna memajukan daerah yang saya cintai ini agar masyarakat kita juga bisa merasakan nikmatnya kemerdekaan negeri.

Namun belakangan saya lihat di grup tersebut ada sebahagian saudara ‘serumpun’ dari etnik tertentu yang malah hobi memposting atau berkomentar dengan bahasa yang ‘rasis’, bahkan merendahkan suku lain dan membangga-banggakan sukunya sendiri. Berlagak sok jagoan, bawaannya mau perang… perang…perang dan perang saja.

Belum lagi bahasa yang dilontarkan isinya hanya penghuni hutan (aneka binatang) yang dijadikan alat untuk memaki orang lain.

Sungguh, rasa simpati ini jadi berkurang…. Bagaimana mau terjadi persatuan Borneo..? Bagaimana ingin menjalin persaudaraan dan silaturrahmi? Jika nuansa yang dibangun adalah nuansa konflik, permusuhan, perkelahian dan peperangan saja. Bagaimana orang luar tak akan menganggap kita ini suku terkebelakang, jika budaya sopan santun tidak kita tampakkan?

Saya adalah putera asli Kalimantan yang nenek moyang suku saya dikenal sebagai pejuang yang telah berperang melawan penjajah. Berperang sesungguhnya… Bukan sekedar dalam bentuk tarian atau kesenian, Kami yang berprinsip “Tuntung Pandang, Waja Sampai Ka Puting”, namun orang tua kami selalu mengajari kami untuk memiliki adab dan sopan santun.

Sejak kecil kami dilarang berkelahi, dilarang mencaci dan memaki, dilarang membangga-banggakan diri karena menurut keyakinan kami semua manusia itu sama di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Yang paling mulia adalah yang paling bertaqwa. Kalaupun terpaksa berkelahi, kami tidak diajarkan untuk tawuran (main keroyokan) membawa-bawa suku, bahkan keluarga.

Malah salah satu tradisi ‘berkelahi’ suku kami adalah “Betapung Tali Selawar”. Sebuah proses penyelesaian masalah dengan saling mengikatkan tali kolor celana antar orang yang berkonflik untuk bertempur sampai titik darah penghabisan. Prinsip tradisi ini adalah bahwa masalah harus diselesaikan HANYA oleh yang benar-benar bermasalah, tidak boleh melibatkan pihak lain yang tak tahu menahu.Tapi BETAPUNG TALI SELAWAR ini sangat tidak dianjurkan oleh para tetua kami. Jika masih bisa dihindari, hindari semaksimal mungkin. Lebih baik mengalah sekiranya bisa…

Kami juga dididik oleh para tetua kami agar taat menjalankan ajaran agama. Dan kebetulan mayoritas suku kami adalah pemeluk Islam. Para tuan Guru kami mengajarkan sabda Rasulullah SAW bahwa: “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.” Bahkan Rasulullah mencontohkan untuk mengalah (menghindar) pada saat akan diganggu oleh orang-orang dzalim.

Jadi, sekiranya kami diajak untuk berkonflik atau saling bangga membanggakan etnik, mohon maaf, kami sangat pengecut dalam hal itu. Ambillah saja oleh kalian mahkota “kejagoan” itu karena kami tidak membutuhkannya. Jika diajak main perang-perangan, mohon maaf waktu dan enerji kami masih kami butuhkan untuk beribadah dan memerangi hawa nafsu kami.

Saudaraku sesama warga asli Borneo. Sesama anak bangsa ini. Mari kita menyatukan hati dan perjuangan kita untuk meraih kedamaian dan kesejahteraan masyarakat kita. Mari kita membuka lembaran kemajuan bagi anak cucu kita. Kita kuatkan persatuan agar kita bisa menyalurkan aspirasi kita kepada negeri tercinta ini.

Marilah kedamaian dan perdamaian kita jadikan modal untuk membangun bukan untuk menghancurkan… !!!

Mohon maaf jika kalimat saya ini ada yang menyinggung perasaan saudaraku di manapun berada. Sungguh tiada maskud di hati ini, selain melihat tanah Borneo yang kita cintai ini menjadi tanah yang subur dan makmur dan menjadi tanah masa depan anak cucu kita di kemudian hari… Aamiin.

SALAM DAMAI NEGERIKU

❤❤❤❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s