Memberi Makan, Menebar Salam, dan Menyenangkan Hati Sesama

pengemisKeramah tamahan bukan sekedar tradisi budaya semata. Ramah tamah dan sopan santun merupakan bagian dari akhlaq Islam yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Oeh karena itu marilah kita selalu memperbaiki sikap kita kepada sesama manusia, lebih-lebih kepada sesama muslim.

Seorang bertanya kepada Nabi Saw, “Islam yang bagaimana yang baik?” Nabi Saw menjawab, “Membagi makanan (kepada fakir-miskin) dan memberi salam kepada yang dia kenal dan yang tidak dikenalnya.” (HR. Bukhari)

Memberi makan fakir miskin, tidak membiarkan mereka berada daam kelaparan merupakan akhlaq yang utama bagi seorang muslim demikian pula menjawab salam baik sa;am yang disampaikan oleh orang yang kita kenal maupun yang belum kita kenal.Tak perlu harus menunggu tahu apakah orang lain itu semadzhab dengan kita atau sepengajian dengan kelompok kita, selama ia menampakkan ciri sebagai orang beriman janganlah kita ragu menyampaikan ataupun menjawab salamnya.

Mari ita cermati, ternyata dua hal yang disebut oleh sahabat Rasul sebagai “Islam yang Baik” merupakan persoalan yang berkaitan dengan hubungan sosial manusia. Artinya, selain ritual ibadah yang merupakan hubungan sangat pribadi antara diri kita dengan Allah, kita juga membutuhkan hubungan sosial yang akan menautkan hati antar sesama manusia.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda: Kemuliaan orang adalah agamanya, harga dirinya (kehormatannya) adalah akalnya, sedangkan ketinggian kedudukannya adalah akhlaknya. (HR. Ahmad dan Al Hakim)

Akhlaq yang baik bagi seorang muslim adalah dengan tidak membiarkan orang lain kelaparan, sehingga memberi makan fakir miskin merupakan suatu yang istimewa. Membebaskan manusia dari kehausan dan kelaparan serta menebar silaturrahim dengan mengucapkan salam akan menjadikan diri kita sebagai manusia yang berhati lembut, penyayang serta disayang oleh orang lain.

Adapun bagi kita yang memperoleh pemberian dari saudara kita, hendaknya kita tidak gengsi atau tinggi hati lau menolak pemberian tulus tersebut. Kecuali jika kita mengetahui bahwa pemberian tersebut memiliki tujuan buruk. Dengan menerima secara baik pemberian dari sesama, baik itu pemberian berupa makanan, barang, maupun sekedar ucapan salam berarti kita telah mengimbangi saudara kita tersebut dalam berbuat baik.

Barangsiapa menerima kebaikan (pemberian) dari kawannya (saudaranya) tanpa diminta hendaklah diterima dan jangan dikembalikan. Sesungguhnya itu adalah rezeki yang disalurkan Allah untuknya. (HR. Al Hakim)

Sungguh indah rasa persaudaraan yang tumbuh setelah itu. Dengan memberi makan orang lain dan saling menebar salam akan menumbuhkan kecintaan serta perasaan bahagia di hati. Rasa senang tersebut adalah ‘harta’ yang sangat berharga hingga tak heran jika Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda:

Amal perbuatan yang paling disukai Allah sesudah yang fardhu (wajib) ialah memasukkan kesenangan ke dalam hati seorang muslim. (HR. Ath-Thabrani)

Semoga, kita dapat mengikuti petunjuk agung yang telah disampaikan oleh Rasulullah, yakni emberi makan orang in dan menebarkan salam baik kepada yanbg kita kenal maupun tidak, sehingga kita bisa memasukkan perasaan senang dan bahagia ke hati sesama kita. Aamiin

Wallahu A’lam

(Abu Muhammad Syafei)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s