Jenggot dan Cadar, Biasa Aja Kaleee

cadarSaya berjenggot (tipis) dan sering bergamis. Istri saya juga berjilbab besar lengkap dengan cadarnya. Tapi kami bukan teroris. Karena memang teroris itu disebut teroris bukan karena mereka bergamis dan bercadar.

Tahukah anda bahwa seseorang itu disebut teroris jika ia melakukan teror, baik menggunakan BOM, senapan, bahkan hanya dengan SMS. Intinya dia mengancam dan mengganggu ketenangan/kemanan orang lain, bisalah ia disebut TERORIS.

Loh, tapi kan yang sering di TV itu para teroris pada bergamis dan berjenggot, lalu istri mereka bercadar…? Kenapa hanya melihat para teroris saja. Kalau anda mau datang ke pengadilan negeri, anda akan lebih terkejut lagi… Ternyata semua yang disidang di sana memakai baju Koko dan berkopiah, mirip sekali dengan Ustadz yang ceramah di TV.

Apakah dengan penampilan yang mirip itu lalu ciri Ustadz bisa dijadikan ciri penjahat? Tidak kan? Demikian pula dengan jenggot dan cadar… Perhatikan kembali dengan cermat apakah saat melakukan teror, atau minimal saat ditangkap para teroris berjenggot dan bergamis? Kebanyakan TIDAK.

Dan apakah anda yakin bahwa istri-istri para teroris semuanya bercadar? Trus kalaupun yang bercadar, apakah benar sejak lama mereka begitu? atau hanya pas membesuk suaminya di tahanan saja? MAsalahnya beberapa terdakwa KORUPSI yang disidang oleh KPK pun juga ada yang bercadar untuk menutupi wajahnya.

Saya rasa sangat tidak logis dan tidak adil jika kita menghubungkan Cadar, Gamis, Jenggot dan atribut ‘keislaman’ lainnya dengan ajaran TERORISME. Karena penampilan sering digunakan untuk mengecoh orang lain. Termasuk para pelaku kejahatan juga, tentu ingin mencari pembenaran, minimal dukungan dan simpati dengan penampilan yang terkesan baik.

Baik? Bercadar bagi wanita dan berjenggot bagi laki-laki itu baik? Tentu saja..!!! Terlalu banyak DALIL yang menjelaskan keutamaan wanita memakai penutup wajah dan keutamaan lelaki memanjangkan jenggotnya. Amalan BAIK dan MULIA ini tentu bisa saja dijadikan kedok.

Seperti seorang koruptor juga bisa saja menutupi keburukannya dengan berpenampilan dan berbicara sok agamis, banyak beramal, hingga melaksanakan ibadah ‘besar’ semacam haji. Semua tentu ingin terlihat baik dan mulia.

Kembali ke soal penampilan berjenggot, bergamis, bercadar, bahkan bercelana di atas mata kaki, saya tegaskan bahwa itu bukan ciri teroris. Itu ciri orang yang ‘mengamalkan’ sebagian dari banyak sunnah (baca: jalan hidup) yang pernah dilakukan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam.

Secara umum sih nggak ada yang istimewa, kecuali mereka terlihat berbeda saja dari kebanyakan orang Indonesia. Dari segi ibadah juga, sunnah Rasul tidfak hanya itu masih banyak yang lainnya. Tapi ya kebetulan sunnah yang ‘jarang’ dilakukan ini saja yang membuat mereka terasa asing.

Jadi…. Biasa aja kaleeee

WALLAHU A’LAM

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s