Jangan Fitnah Umar bin Khattab

umar-bin-khattabSering sekali orang-orang kasar dan bengis berlindung di balik nama besar Sayidina Umar bin Khattab. Atas tindakan kasar dan kurang beradab yang mereka lakukan, mereka berupaya menisbatkannya pada sang Khalifah ke-dua Khulafaurrasyidin tersebut.

“Ibarat sahabat, saya ini Umar bin Khattab; tegas dan keras terhadap kemungkaran,” ujar sebagian orang saat ditanya tentang sikap dan tutur katanya yang keras bahkan kasar kepada oerang lain.

Sungguh sedih menyaksikan hal seperti ini. Begitu teganya mereka ‘menfitnah’ sang Khalifah yang terkenal dengan kelembutan hatinya ini. Sungguh penisbatan sikap kasar terhadap Umar bin Khatab adalah bentuk penistaan terhadap sahabat Rasulullah yang telah disifati Radhiallahu ‘anhu ini.

Jika kita membaca sejarah sahabat Rasul, kita tidak akan menemukan sifat buruk pada dikri Umar bin Khatab setelah beliau menjadi muslim. Akhlaq beliau sangat lembut, tutur kata beliau sangat beradab, dan perbuatan beliau tak pernah lepas dari tuntutan syari’at Islam.

Beliau memang dikenal tegas dalam memegang kebenaran. Beliau memang tak pernah mundur menghadapi kebatilan dan kekafiran. Namun semua itu beliaun lakukan tanpa meninggalkan akhlaqul karimah. Sayyidina Umar tak pernah memaki dan mencaci sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang yang mengaku sebagai “Umar jaman ini”.

Jangan kita tertipu dengaNsyubhat menyesatkan. Jangan kita termakan opini orang jahil ataupun orang yang benci dengan sahabat Rasulullah, yang mengesankan bahwa Umar bin Khattab adalah manusia ‘berinbgasan’, gampang marah, bersikap kasar dan tak mengerti sopan santun. Demi Allah Khalifath Umar bin Khattab sangat jauh dari perilaku tercela.

Hati Umar bin Khatab adalah hati yang mudah tersentuh. Tutur kata Umar bin Khatab adalah tutur kata yang menentramkan hadi saudara sesama muslim. Perbuatan dan tingkah laku Umar bin Khattab adalah perbuatan yang membawa kenyamanan bagi orang lain. LIhatlah dalam sejarah bagaimana Umar tersentuh hatinya saat bertemu dengan anak penggembala yang sangat jujur. Perhatikanlah bagaimana akhlaq Umar bin Khattab terhadap rakyat jelata, seorang janda miskin yang anaknya kelaparan. Pahamilah betapa umar menghargai kewara’an seorang wanita pemerah susu yang menolak mencampurkan susu dengan air. Hanya manusia yang berhati lembut yang bisa melakukan itu.

Jadi, menisbatkan perilaku kasar, keras dan tidak sopan terhadap Umar bin Khattab sesungghnya adalah penghinaan dan pelecehan terhadap nama besar Sahabat Rasulullah. Sungguh tidak pantas jika kita yang penuh kekurangan dan belum memiliki akhlaq mulia, menisbatkan perilaku keji kepada Sayidina Umar bin Khattab Radhiallahu ‘anhu.

Wallahu a’lam
Abu Muhammad Syafei

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s