Siap Untuk Berbeda

Saya pernah beberapa kali menegaskan bahwa semua status yang saya tulis di dinding facebook tak pernah ditujukan untuk menyindir bahkan menyerang salah satu atau sekelompok teman. Meski demikian perlu juga diketahui bahwa banyak diantara status tersebut terinspirasi oleh status-status teman lain yang mengangkat topik sama.

Ada kalanya status saya tulis sebagai ‘tanggung jawab ilmiah’ atas apa yang pernah saya ketahui. Artinya, status mungkin bukan merupakan bantahan, namun saya tertarik untuk membuat ulasan tentang topik serupa namun dari sudut pandang saya sendiri. Sekali lagi, bukan untuk membantah atau menyindir, karena saya termasuk orang yang sangat menghargai perbedaan pendapat.

Namun di lain sisi saya juga orang yang tak takut untuk berbeda pendapat. Artinya saya menghargai dan menerima perbedaan pendapat namun saya juga tak ragu untuk menampilkan pendapat saya sendiri meski bisa saja pendapat tersebut tak sama dengan pendapat sahabat saya. Di sinilah menurut saya hikmah dari keberagaman tanpa harus meninggalkan identitas kita sendiri.
Kita memang diciptakan oleh Allah dengan segudang perbedaan, dan perbedaan itu harus diterima sebagai sebuah kenyataan. Justeru dengan sikap menerima keragaman ini kita bisa tampil apa adanya tanpa harus memaksa orang untuk sama dengan kita. Dengan itulah kemudian kita bisa hidup berdampingan dan tidak saling mengganggu.

Saudaraku… Ada ratusan teman di dunia maya ini. Maka apapun yang kita tulis kemungkinan besar akan memiliki kesamaan topik yang ‘diangkat’. Atau malah terkadang pendapat yang kita kemukakan bertolek belakang dengan yang dikemukakan oleh sahabat kita yang lain.

Itulah dunia dengan manusia yang menghuninya. Sedangkan manusia itu kadang memiliki pemikiran berbeda meski kepalanya sama hitam. Dan perbedaan tersebut mulai dari yang halus hingga yang ekstrim.

Tidak ada masalah sebenarnya, jika saja kita siap untuk berbeda. Tidak akan menjadi konflik sekiranya kita tak ingin memaksakan pendapat kita kepada orang lain. Tak menjadi pemutrus silaturrahim sekiranya kita mau saling menerima realita bahwa ‘otak’ kita tak sama isinya.

Semoga Allah selalu menyatukan hati kita dalam kasih sayang karena-Nya meski zahir kita memiliki banyak perbedaan… Aamiin

Wallahu a’lam
(Abu Muhammad)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s